Ditipu Sales, Wanita Hamil Lapor Polisi

No comment 1056 views
banner 160x600

Women face

faktasumbar.com, (Payakumbuh)

Akhdikilni (23), Warga Parambahan, Kecamatan Lampasi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh heran saat rumahnya di datangi oleh 2 orang perwakilan dari Toko tempat ia membeli kamar set untuk keperluan menikah pada bulan Desember tahun 2017 silam. (1/9)

Baca Juga: Peringatan HBN ke-70 di Payakumbuh, DANDIM 0306/50 Kota : Suburkan Lagi Semangat Untuk Bernegara

Mantan perawat di salah satu rumah sakit swasta tersebut terkejut ketika pihak toko menanyakan perihal pembayaran barang seharga Rp 13.300.000,- tersebut, Menurut keterangan pihak Toko, Wanita yang biasa dipanggil Nini tersebut belum melakukan pembayaran sesuai kesepakatan awal.

Sebelumnya, Nini dan pihak toko memang sepakat untuk melakukan pembayaran barang secara bertahap. "Ternyata tanpa sepengetahuan dan tanpa tanda bukti yang resmi dari pihak toko, Nini telah melunasi pembayarannya melalui sales freelance toko berinisial E (37 Tahun) sejak bulan Mei 2018.

Nini juga menyampaikan bahwa Oknum sales yang diketahui tinggal di Tanjung Pati, Kabupaten 50 Kota tersebut sudah menjadi langganan keluarga Nini setiap hendak membeli perabot dan elektronik rumah tangga.

Sambil memperlihatkan bukti transfer yang masih disimpannya, Nini menjelaskan kepada pihak Toko bahwa ia telah membayar sebanyak Rp 11.300.000,- secara bertahap kepada E. Dengan wajah kesalnya, Nini juga menyampaikan bahwa ia diiming-imingi akan diberi potongan sebesar Rp 2000.000,- jika melakukan pelunasan melalui E.

Karena merasa sudah kenal lama dan tertarik dengan potongan harga yang sangat besar, Nini menyetujui melakukan pembayaran ke pihak toko melalui E tanpa diberikan tanda bukti pembayaran lunas.

Sementara pihak toko menyatakan hanya menerima uang sebesar Rp 5.470.000,- dari E secara bertahap. Pihak Toko juga menyatakan tidak pernah memberi potongan harga sebesar itu. Merasa uangnya telah digelapkan oleh E dan tidak mau nama baik tercoreng, pada tanggal 4 September 2018, Nini yang sedang hamil 7 bulan tersebut melaporkan E ke pihak berwajib.

" Sebenarnya saya sudah mulai curiga saat E mendatangi rumah saya tengah malam untuk meminta uang pelunasan tersebut, tapi karena merasa sudah kenal baik, saya percaya dan memberikan uang tersebut kepada E, tapi ternyata saya ditipu, karena ini sudah masuk ranah pidana, lebih baik saya lapor polisi saja" ujar Nini sambil memegangi perutnya.

Pihak Toko yang ikut mendampingi Nini melapor ke Polresta Payakumbuh menyatakan juga akan membuat laporan ke pihak berwajib jika diperlukan. Setelah ditelusuri oleh pihak toko, ternyata E telah melakukan hal serupa ke beberapa pelanggan sehingga menyebabkan kerugian toko sekitar Rp 78.000.000,- .

" Kami telah mencoba menyelesaikan masalah ini dengan E secara kekeluargaan, E memang telah mengakui segala perbuatannya kepada kami, namun E tidak memperlihatkan itikad baiknya untuk mengganti kerugian toko. E malah menantang kami untuk melanjutkan masalah ini ke ranah hukum, saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti agar jelas duduk perkaranya nanti," jelas salah seorang pengelola Toko kepada FaktaSumbar.com di Polresta Payakumbuh

Saat ini laporan polisi Nini telah diterima oleh pihak kepolisian dan menunggu proses penyidikan lebih lanjut. Oknum sales tersebut dilaporkan atas pelanggaran pasal 372 tindak pidana penggelapan dan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama 4 Tahun. (fs/J)