Jasad Erwin Saputra, Korban Pertikaian Berdarah Batal Di Makamkan Guna jalani Otopsi Ke Padang



banner 160x600
Women face

Limapuluh Kota, --Erwin Saputra (45) seorang petani yang merupakan warga Koto Nan Gadang, Nagari Pilubang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota korban tewas akibat dugaan perkelahian dengan sejumlah kelompok yang terdiri dari Tedy Sutendy (Anggota DPRD Kab. 50 Kota) serta Primsito (40) panggilan Tito yang merupakan Adik Tedy, akhirnya batal dikebumikan di daerah Pilubang yang terkenal dengan Objek Wisatanya.

1505058933-Fakta Sumbar-WhatsApp Image 2017-09-10 at 15 52 25

Semula, korban yang juga berprofesi sebagai sopir tersebut dibawa pulang usai diperiksa di Rumah Sakit Dr. Adnaan WD Payakumbuh pada Minggu (10/9). Namun belakangan rencana tersebut batal, karena Jasad Bapak satu orang anak ini dibawa ke Padang untuk dilakukan Autopsi/Otopsi (juga dikenal dengan pemeriksaan kematian atau nekropsi adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian.red).

Dari pantauan awak media di Rumah Duka, ratusan warga sekitar berdatangan kerumah semi permanen yang selama ini dihuni korban bersama istri dan anaknya. Tak berselang lama, jasad korban dibawa menggunakan Ambulance menuju Kota Padang.

“ Memang jasad korban Erwin dibawa ke Padang untuk dilakukan Autopsi”. Sebut Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP. Haris Hadis didampingi Kabagops, Kompol. Efrizal pada, Minggu sore.

Kapolres juga menambahkan, kondisi pasca kejadian sudah aman dan terkendali, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penyelidikan tersebut ke tangan pihak kepolisian.

AKBP Haris Hadis juga mengatakan, belum bisa memberikan keterangan resminya apa motif pertikaian hingga menewaskan 1 orang dan melukai 2 orang lainnya. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, tegas AKBP Haris.

1505059207-Fakta Sumbar-Pertikaian Berujung Maut Oknum DPRD Kab 50 Kota Kritis, 1 Warga Pilubang Tewas mp4 snapshot 00 39 2017 09 10 22 57 51

Sebelumnya, Tedy Sutendy, Korban dugaan perkelahian lainnya juga terpaksa harus dirujuk ke Padang akibat luka yang dideritanya cukup parah, sementara Sang adik, tetap menjalani perawatan dirumah Sakit Islam Ibnu Sina.

Burhanudin (44) salah seorang tetangga korban yang juga berada di lokasi / Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan bahwa, korban Erwin dikenal sebagai pribadi yang cukup baik, pandai bergaul. Saat hendak dibawa pergi dari TKP, korban menolak kepalanya yang berdarah untuk dibalut/diperban dengan kain. “ Ia pribadi yang cukup baik dan pandai bergaul. Usai kejadian, saya sempat mengatakan akan berusaha memberikan pertolongan yang terbaik kepadanya (Erwi.red), termasuk untuk membalut kepalanya yang berdarah, namun ia menolak” kenang Burhanudi.

"Sementara Walinagari Taram tidak mau berkomentar banyak terhadap bentrok kedua kelompok di perbatasan nagarinya itu. Diterangkan, perselisihan kedua kelompok masyarakat tersebut, memang dipicu permasalah tanah ulayat yang ada di perbatasan antara Nagari Taram dan Nagari Pilubang.
 
“Sampai saat ini belum jelas, siapa pemilik areal yang ada di perbatasan tersebut. Malahan saling klaim untuk kepemilikan lahan yang cukup luas di kawasan perbatasan Taram dan Pilubang," terang wali nagari.
 
1505059270-Fakta Sumbar-3-8-300x225
 
Tambahnya, Suku Melayu Nagari Taram pada umumnya mengatakan tanah yang berada diperbatasan tersebut adalah milik pasukuan mereka. Tetapi, kenyataanya secara fisik dan penggunaan lahan sudah dikelola warga Nagari Pilubang. “Terhadap lahan, masih timpang tindih. Kami kami tidak mau berkomentar banyak persoalan ini. Yang kita inginkan bagaimana persoalan ini supaya cepat selesai,” katanya.
 
Pasca perselisihan kedua kelompok nagari itu, Walinagari Taram sudah berkoordinasi dengan Walinagari Pilubang untuk sama-sama mengamankan nagari agar perselisihan tidak meruncing.(Tim)