Mantan Kepala LAPAS TERBUKA KELAS II B PASBAR DITAHAN

No comment 912 views


banner 160x600
Women face

Pasaman Barat-- Tiga Tersangka kasus korupsi "Kegiatan pembinaan Narapidana di Lembaga Permasyarakatan Terbuka Kelas II B Pasaman Barat Tahun Anggaran 2013. Resmi ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), selasa 12 september 2017.

Ketiga Tersangka yang ditahan yaitu, Rizal Permana Z (Exs Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Pasaman Barat), Deni Adri (ASN Lapas Terbuka Kelas II B) dan Yunaidi (Pejabat Penandatangan SPM).

1505224376-Fakta Sumbar-IMG-20170912-WA0008

Kejari Pasaman Barat Teguh Wibowo, SH, MH dalam keterangannya mengatakan, bahwa ketiga tersangka saat ini sedang dalam perjalanan menuju Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pintu Air, Kota Padang, Sumbar untuk dititipkan dan akan ditahan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 12 September 2017 hingga diproses ketahap selanjutnya.

Penahanan dilakukan guna mempercepat pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Sumatera Barat, juga mencegah menghilangnya barang bukti dan mencegah tersangka mengulangi perbuatannya" kata teguh.

Dikatakannya lagi, Ketiga tersangka itu dikenakan pasal 2 dan 3 dan pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1991 junto Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Hasil audit dari Inspektorat Kemenkum dan HAM RI total jumlah Kerugian Negara sekitar Rp165 juta, dari pagu anggaran sebesar Rp.268.500.000," ungkapnya.

Dijelaskan lagi, Anggaran pembinaan Napi yang di Korupsi ketiga tersangka tersebut adalah Pengadaan Bibit Jagung, Buah Naga, Bibit Ikan dan Pembinaan keterampilan seperti Las tahun anggaran 2013 pada kegiatan tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ketiga tersangka tersebut juga telah menitipkan uang kerugian negara kepada Penyidik Kejaksaan sebesar Rp.165 juta, Dari hasil penyidikan ketiga tersangka juga mengakui perbuatannya, dan juga telah memenuhi unsur tindak pidana," jelasnya teguh.

1505224479-Fakta Sumbar-IMG-20170912-WA0010

Sementara itu, Kasmanedi, SH sebagai penasehat hukum tersangka, ia akan melakukan pembelaan di persidangan guna mengungkap fakta dan bukti tindak pidana korupsi yang disangkakan kepada kliennya Rizal Permana Z, dkk.

Siapa pun yang belum diputuskan bersalah oleh lembaga peradilan, tentunya kita harus menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah dan itu juga berlaku terhadap klien saya,” tutur Kasmanedi.

Liputan, (irfan/fs)