Berbeda, Bekerjasama, Untuk Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Melalui Forum BUMdes Indonesia Awal Dari Kebangkitan Desa Dengan Tekan Angka Kemiskinan

banner 160x600

Women face

Padang – Ketua Tim Pakar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Haryono Suyono menyarankan, dalam menjalankan unit usaha, setiap BUMDes harus melibatkan keluarga miskin.

“Harus mengikutkan keluarga miskin, apakah itu pekerja, ataupun pegawai di BUMDes. Dengan begitu, dapat dipastikan kemiskinan akan turun,” ungkap pria yang dikenal sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), era presiden Soeharto ini.

Baca Juga: Peringatan HBN ke-70 di Payakumbuh, DANDIM 0306/50 Kota : Suburkan Lagi Semangat Untuk Bernegara

“Kalau keluarga miskin hanya menjadi penonton BUMDes, dipastikan juga akan selamanya menjadi miskin,” tambahnya.

Dengan melibatkan masyarakat miskin, maka dengan adanya BUMDes, akan menjadikan usia penduduk di Indonesia menjadi bertambah panjang.

“Sebab, yang selama ini kesulitan ekonomi, akan menjadi lebih tenteram. Merasa punya uang, kalau sakit bisa cepat pergi ke dokter. Bisa membawa balita dan ibu hamil ke posyandu, karena dana desa juga membangun posyandu. Sangat berbeda dengan era saya dulu,” ucapnya.

“Saya mohon posyandu itu dimanfaatkan, kerahkan ibu hamil, balita. Jangan dibiarkan posyandu kosong,” tambahnya.

Menurutnya, BUMDes bukan semata mata mencari untung, tapi memberi pekerjaan di setiap penduduk, sehingga bisa mandiri dan sejahtera.

“Setiap penduduk harus bekerja dan harus tidak miskin. Bundes harus berusaha keras. Itu ukuran keberhasilan BUMDes, makin banyak anak anak muda bisa bersekolah ke perguruan tinggi,” katanya.

Sebelumnya ia mengapresiasi Ketua terpilih Forum Bumdes Indonesia H. Febby Datuak Bangso. Telah berani untuk menginisiasi acara yang amat besar ini, dan itu patut diapresiasi, kalau tidak ada sosok tokoh nasional dari Minangkabau,mungkin agenda tidak akan terwujud. Namun yang terpenting, tambahnya, meski BUMDes dibanyak tempat mulai melakukan usaha, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, namun juga harus melestarikannya.

“BUMDes boleh maju semaju majunya, boleh mengolah segala sumber daya alam yang ada di desa. Namun, kekayaan alam itu tidak boleh dihabiskan, namun ditinggalkan untuk generasi yang akan datang. Harus ditanam kembali,” paparnya.