Motif Penganiayaan Akhirnya Mulai Terkuak

No comment 1382 views
banner 160x600

Women face

faktasumbar.com, (Pasaman barat)

Motif Penganiayaan yang diduga dilakukan bersama-sama terhadap Yogi (21) yang terjadi di Jorong Batang Lapu, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka yang lalu, akhirnya mulai terkuak.

Baca Juga: Tim Sepakbola Kota Payakumbuh Takluk Atas Padang Panjang Dengan Skor 1-4 di Laga Perdana Porprov 2018

Kapolres Pasbar Iman Pribadi Santoso, SH, S.I.K melalui Kasubag Humas Polres Pasbar, Iptu Junaidi didampingi Kasi Propam Polres Pasbar Ipda Keling Davit, kepada awak media Senin (12/2).

Menerangkan, insiden ini terjadi setelah adanya laporan kepada SF (Oknum Polisi Sei Beremas) tentang persetubuhan yang dilakukan oleh Yogi kepada adik iparnya yang berinisial AZ (14) tahun.

Sesuai yang tertera dengan isi laporan Tindak Pidana Persetubuhan Anak Di Bawah Umur dengan Laporan Polisi LP/79/lI/2018/SPKT Res Pasbar," terangnya.

Dipaparkan Junaidi lebih lanjut, sesuai isi laporan diatas kejadian tersebut berawal terlapor yogi menghubungi korban dengan menggunakan telepon selular, untuk datang menemui terlapor di kebun sawit warga di Silawai Timur.

Setelah Korban datang Terlapor memaksa Korban, untuk melakukan hubungan badan dan apabila tidak mau, Terlapor mengancam akan menyebar foto-foto mesra antara terlapor dengan korban.

Lebih jauh dijelaskan Junaidi, SF yang diduga sebagai pelaku penganiayaan tehadap Yogi (21) itu tidak ada melakukan tindak pidana penganiayaan. Hanya saja SF berusaha melakukan peleraian terhadap saudaranya, yang ingin mencoba melakukan penganiayaan tersebut," papar Junaidi.

Junaidi menegaskan, jika nanti memang terbukti SF melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap yogi, maka pihak kepolisian resort pasaman barat akan menindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku. Juga pihaknya tidak akan segan-segan selagi itu bertentangan danga hukum yang ada," tegasnya.

Untuk sementara ini SF telah diamankan di Polres Pasaman Barat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dimasyarakat," tambah junaidi. (tim)