PBSI Kota Payakumbuh Hanya Dijatah 10 Atlet untuk Porprov 2018

banner 160x600

Women face

faktasumbar.com, (payakumbuh)

Pengurus Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Payakumbuh hanya bisa memberangkatkan 10 atlet serta dua pelatih dan official untuk tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar ke-XV di Padang Pariaman, November 2018.

Baca Juga: Tim Sepakbola Kota Payakumbuh Takluk Atas Padang Panjang Dengan Skor 1-4 di Laga Perdana Porprov 2018

Ketua PBSI Kota Payakumbuh, Yendri Bodra Dt Parmato Alam menyebut, dalam persiapan awal pihaknya mempersiapkan 12 atlet yang akan didampingi oleh oleh tiga orang yang terdiri dari pelatih dan official.

"Karena hanya disetujui 12 orang oleh Pemko (Pemerintah Kota) dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, kami hanya akan memberangkatkan 10 atlet yang akan didampingi oleh dua orang yang merupakan pelatih dan official," katanya kepada faktasumbar.com Kamis (18/10/2018)

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Payakumbuh itu menyebut, pihaknya mempersiapkan 12 atlet karena memang cabang olahraga bulutangkis Payakumbuh akan tampil pada nomor beregu di Porprov 2018 nanti.

"Kami dari PBSI akan turun pada nomor beregu, itu kalau sempat ada cedera satu orang akan berpengaruh dan bisa membuat nomor beregu ini gugur dan tentunya menghilangkan peluang meraih medali. Karena itu kami tetap menyiapkan atlet sebagai cadangan, meski kami tidak mengharapkan ada atlet yang cedera," jelasnya.

Untuk Porprov 2018 nanti, ia menyebut PBSI Kota Payakumbuh ditargetkan untuk bisa merebut medali.

"Sebelumnya bulutangkis tidak dapat medali, cuma target yang saat ini adalah merebut medali dulu. Berapa jumlah medalinya tidak kami targetkan karena yang paling penting adalah dapat medali dulu," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, untuk bisa mencapai target itu, atlet-atlet PBSI Kota Payakumbuh sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. "Kami selalu mendorong atlet untuk terus meningkatkan kemampuannya," terangnya.

Pada kesempatan itu, politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa KONI selaku induk olahraga harus membuat perencanaan yang lebih matang bersama Pemko dan OPD terkait.

"Ke depannya perlu perencanaan matang secara komperensif dan menyeluruh, sehingga berapa atlet yang dibutuhkan pengurus cabang olahraga bisa dipenuhi.

Dan kalau ada keterbatasan anggaran, pengurus cabang tentu bisa mencari solusi, mungkin ada donatur yang reskinya berlebih atau pihak perbankan yang bisa membantu," pungkasnya.