PKK Kelurahan Sawah padang Aua Kuniang Studi kooperatif Ke Tarusan

banner 160x600

Women face

faktasumbar.com, (Payakumbuh)

Rombongan ibu-ibu PKK Kelurahan Sawah padang Aua Kuniang yang berkunjung untuk melaksanakan studi kooperatif ke Kelompok Dasawisma Nagari Kapuah Kecamatan Koto XI Tarusan disambut hangat oleh Kelompok Dasawisma Terbaik tingkat Sumbar tahun 2018 bersama Walinagari Kapuah, minggu (2/12) siang.

Baca Juga: Peringatan HBN ke-70 di Payakumbuh, DANDIM 0306/50 Kota : Suburkan Lagi Semangat Untuk Bernegara

Dasawisma Nagari Kapuah yang memiliki keunggulan dibidang pembibitan menjadi salahsatu bentuk tujuan kedatangan Kelompok Dasawisma Sapaku. Yang menarik dari Dasawisma di Nagari Kapuah ini adalah bibit tanaman dihasilkan itu dijual ke Nagari Lainnya, sehingga fokus ke pembibitan menjadi kegiatan utama Dasawisma mereka.

"Kami mempunyai pengolahan perkebunan, masyarakat yang punya lahan dan tidak diolah, maka diolah oleh dasawisma. Itu sudah dipercayakan kepada dasawisma oleh masyarakat agar bisa memanfaatkan lahannya untuk diolah," ujar Walinagari Kapuah.

Walinagari Kapuah, Ezman Eva sangat bangga dan terharu dengan kehadiran Lurah Sapaku, Nazril Ardi Wiranata, S.Ip, beserta romobongan di nagarinya, kesempatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi dua daerah di Provinsi Sumbar tersebut.

Ezman Eva bercerita tentang bagaimana Dasawisma di Nagari Kapuah di 2018 bisa ikut lomba tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi, lalu bisa menjadi juara untuk maju ketingkat nasional.

"Dasawisma tergantung ibu-ibunya, jangan bermenung dirumah, buat sebuah fikiran dan ide-ide, disini ada 45 dasawisma dan yang tampil ditingkat Sumbar baru dasawisma anggrek 2, untuk 2019 kami akan mengikut sertakan satu lagi dasawisma Simpang Balai Akek," ujar Ezman.

Bahkan diawal pengembangan, Ezman berani mengucurkan dana tunai sebanyak 100juta kepada Dasawismanya. Tahun ini (2019) dianggarkan 100juta lagi untuk dasawisma di Nagari, hanya Walinagari Kapuah di Pesisir Selatan yang berani mengucurkan anggaran sebesar itu, nagari lain hanya berani 5-15juta saja.

"Dasawisma perkumpulan ibu-ibu yang didukung oleh pemerintahan nagari. 3x goro dalam seminggu. Ada kematian, ibu-ibu ini menanggung biaya kematian. Kalau untuk baralek, ibu-ibu punya peralatan untuk pesta seperti tenda dan alat-alat dapur," ungkapnya.

"Saya berharap semoga kedepan Dasawisma di Sapaku bisa lebih eksis lagi, dan desember besok kami akan melakukan kunjungan balasan ke Kelurahan Sapaku, kami sudah menganggarkan dana desa untuk melakukan studi keluar daerah, untuk bagaimana dasawisma lebih baik, silahkan berdialog dengan ibu-ibu dasawisma kita, kekompakan yang lebih utama, jangan takut memiliki ide, apalagi Sapaku memiliki Lurah yang muda dan masih memiliki semangat tinggi dalam bekerja," tuturnya.

Membalas sambutan Walinagari, Lurah Sapaku menyebutkan setelah melihat dan menyaksikan keluar, akan ada ilmu yang bisa diserap, dan mana yang harus ditingkatkan dari apa yang sudah dimiliki oleh Dasawisma di Kelurahan, sehingga Sapaku bisa sukses dengan program yang dimiliki bersama. Lurah Sapaku juga mengorek trik-trik sistem administrasi dan cara memotivasi warga yang dilakukan oleh Walinagari Kapuah.

"Dasawisma di Sapaku belum solid, namun Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sapaku lebih kompak dan berprestasi juga, jadi kami perlu belajar dari walinagari Kapuah untuk bagaimana masukannya agar kami bisa mengimplementasikannya di Kelurahan," ungkap Nazril mengakhiri sambutannya. (rel)