Rapat Pleno Partai NasDem, Putuskan AJ Di Berhentikan.

No comment 1528 views
banner 160x600

Women face

Pasaman Barat,--Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Pasaman Barat (Pasbar), dalam Rapat Pleno pengurus harian pada hari senin, 17/10/2017. Memberikan sanksi tegas terhadap tersangka AJ.

menyingkapi persoalan yang sedang menimpa kader partai NasDem di DPRD Pasaman Barat yang tertangkap tangan oleh Reskrim Polres Pasaman Barat sedang melakukan dugaan tindak pidana pasal 12 huruf e UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Rapat Pleno ini agendanya adalah tentang sikap DPD Partai NasDem terhadap Anggota DPRD kita dari Fraksi Partai NasDem yang ditangkap oleh Polres Pasaman Barat," sampai ketua DPD Partai NasDem Pasaman Barat Achmad Namlis kepada awak media ini, dikantor DPD Partai NasDem Pasaman Barat Jalan KKN Kampung Cubadak Pasaman Barat yang di didampingi oleh Ketua OKK Adma Sadli Lubis, SH.

Ditegaskan Achmad Namlis, bahwa sikap partai terhadap adanya kader partai NasDem yang ditelah ditetapkan sebagai tersangka sebagaimana marwah partai hanya ada dua pilihan, mengundurkan diri secara terhormat atau diberhentikan menurut anggaran dasar rumah tangga partai," tegasnya.

Saat ini AJ berdasarkan surat penangkapan telah ditetapkan sebagai tersangka sehingga kami dari Partai mengambil sikap AJ di berikan sangsi sebagaimana Amanat AD ART partai" terang ketua DPD Partai NasDem Pasaman Barat tersebut.

Kuasa Hukum dari AJ, Kasmanedi, SH saat dihubungi Via selulernya menanggapi, sikap partai yang memberikan sanksi kepada kliennya sangat keberatan karena terlalu buru-buru dan gegabah sekali.

"Saya melihat sikap partai sangat terlalu gegabah dan tidak toleran, hargailah azas praduga tidak bersalah hingga adanya kepastian hukum perbuatan klien saya," tanggap Kasmanedi selaku pengacara AJ

Ditambahkan, "Jika Partai Memberhentikan klien kami, atas nama PH nya AJ kami akan gugat Partai jika itu terjadi ke Pengadilan," tegas Pengacara ANDRI Jaya tersebut.

Liputan, Irfan FS