Urun Rembuk di SD N 01 Kurai, Wabup Ferizal Ridwan Himbau Untuk Pahami Tugas dan Fungsi Masing Masing

banner 160x600

Women face

faktasumbar.com, (Limapuluh Kota)

Mengetahui adanya persoalan antara wali murid dan pihak sekolah yang berbuntut kepada pelarangan siswa mengikuti proses belajar mengajar oleh wali murid di SD N 01 Kurai, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, selaku tugas pengawasan dan pemberi pertimbangan, urun rembuk dengan seluruh pihak terkait di SD N 01 Kurai, Kecamatan Suliki, Rabu, (28/11).

Baca Juga: Peringatan HBN ke-70 di Payakumbuh, DANDIM 0306/50 Kota : Suburkan Lagi Semangat Untuk Bernegara

Selain Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, hadir pada kesempatan ini Kabit Ketenagaan Dinas Pendidikan, Isral, Sekcam Suliki, Ali Sabri, Wali Nagari Kurai, Ariusni, Babainsa, Babinkantibmas, majelis guru dan kepala sekolah SD N 01 Kurai, kepala jorong, Bamus, Komite sekolah, serta para wali murid.

Pada kesempatan itu, Wabup Ferizal Ridwan menghimbau agar semua pihak untuk bersikap profesional dan memahami tugas serta fungsi masing masing untuk menghindari segala bentuk kesalah pahaman.

"Ini adalah posisi kita untuk saling baiyo-iyo, mari pahami tugas dan fungsi kita masing masing, kami tidak menganggap ini suatu masalah, ini hanya mis komunikasi, sehingga berakibat salah dalam menterjemahkan," ucapnya.

Dihadapan semua pihak, wabup Ferizal Ridwan mengatakan tidak ingin mencari siapa yang salah, akan tetapi dirinya mengajak untuk saling membuka diri, mundur selangkah untuk saling memberikan maaf, demi kelancaran proses belajar mengajar siswa.

"Harapan kami, persoalan ini tidak terulang, mari tingkatkan koordinasi, kita harus profesional dalam melakukan apa yang kita kerjakan, jangan sampai anak-anak kita yang dirugikan dengan persoalan ini," pungkasnya.

Dalam waktu tiga bulan kedepan, Wabup Ferizal Ridwan mengaku akan terus memantau dan melaksanakan pengawasan guna menjamin terselanggaranya proses blajar mengajar berjalan dengan baik.

"Kita akan laksanakan pembinaan dan evaluasi menurut sistem, dalam waktu tiga bulan kedepan, kita akan terus lakukan pengawasan," tegasnya.

Setelah beberapa saat membuka dialog dengan wali murid, pihak sekolah, komite beserta majelis guru, akhirnya semua pihak sepakat untuk mendukung apa yang diarahkan oleh Wabup.

"Mudah mudahan atas kejadian ini ada hikmah yang dapat kita ambil, mari saling introspeksi diri, dan mari kita beranggapan baik, karna kita yakin pak Wabup pasti akan melaksanakan pengawasan," tutur salah seorang wali murid dihadapan para yang hadir.

Sementara itu, Wali Nagari Kurai Ariusni mengucapkan terimakasih pada Wabup Ferizal Ridwan yang cepat tanggap turun langsung mengetengahi persoalan ini, sehingga proses belajar mengajar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

"Kami mengucapkan terimakasih pada pak Wabup yang telah memediasi, sebagai kepala pemerintahan Nagari, sebenarnya kami malu dengan persoalan ini, kedepan kita berharap persoalan ini tidak terjadi lagi," harapnya.

Menutup pertemuan itu, semua pihak yang sempat salah paham akhirnya saling memaafkan yang disaksikan oleh wakil bupati, Ferizal Ridwan dan seluruh yang hadir, serta dengan spontan wali murid membuka pamplet tuntutan yang terpasang di depan sekolah tersebut. (fks)