Wirid Perdana Ramadhan bagi ASN, Bagian Kesra Hadirkan Penceramah dari Alumnus Al Azhar Mesir

banner 160x600

Women face

faktasumbar.com, (Payakumbuh)

Dalam rangka memupuk keimanan dan ketaqwaan para ASN dilingkungan Pemerintahan Kota Payakumbuh selama bulan Ramadhan, Bagian Kesra, Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh mengadakan wirid pengajian rutin setiap Jum'at pagi. Bertempat di Ruang Sholat, Lt.1 Balaikota Payakumbuh, eks. Lapangan Poliko, Jumat (25/5), Wirid perdana Ramadhan 1439 H, diisi oleh Ustadz Miftahul Gani, Lc asal Tanjung Pauh Kota Payakumbuh.

Baca Juga: Prabowo Subianto Ketua Umum PB.IPSI Dinobatkan Jadi President Indonesia Martial Arts Committee

Wirid diikuti oleh seluruh ASN yang berkantor di Balaikota, mulai dari Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian dan seluruh karyawan karyawati.

"Insyaa Allah selama bulan suci Ramadhan ini kita rutin mengadakan wirid setiap Jum'at pagi. Kita berharap dengan diadakannya wirid maka akan bisa menambah ilmu dan memperkuat keimanan para ASN kita yang muaranya tentu akan meningkatkan kerja dan kinerja mereka selaku aparatur negara," ujar Kabag Kesra, Ul Fakhri saat ditemui usai pelaksanaan wirid tersebut.

Dalam Tausyiahnya, Ustadz Miftahul Gani mengupas tentang Safaat (pertolongan). Dikatakan, safaat merupakan bentuk pertolongan yang bisa diterima oleh seseorang, dalam hal ini orang yang beriman.

1527232970-DENAI CHANNEL-WhatsApp Image 2018-05-25 at 10 35 17

"Secara bahasa Safaat berarti Genap, sementara secara istilah berarti pertolongan seseorang kepada orang lain, sehingga orang lain tersebut terjauh dari kehancuran dan kesedihan," terang Ust. Miftahul Gani yang merupakan lulusan universitas Al Azhar, Mesir.

Dikatakan, safaat identik dengan pertolongan yang akan diterima oleh orang beriman diakhirat kelak. Menurutnya, ada sepuluh safaat yang akan bisa diberikan diakhirat nanti.

"Safaat pertama adalah Safaat Rasulullah. Nanti ummat manusia akan berbondong bondong meminta safaat kepada para nabi, mulai dari Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa hingga Isa, namun mereka tidak bisa memberikan safaat. Dan ketika mereka menemui Nabi Muhammad, maka atas Izin Allah, Safaat bisa diberikan oleh Nabi Muhammad," ujar Ust. Miftah.

Adapun sembilan safaat lainnya yang bisa diperoleh orang beriman kelak adalah, Safaat dari Malaikat, Safaatnya para Nabi buat kaumnya, Safaat Orang Beriman, Safaat Orang Tua kepada Anak, Safaat Anak kepada Orang Tua, Safaat Orang yang Meninggal dalam Keadaan Syahid, Safaat Al Quran, Safaat Puasa dan Safaat Langsung dari Allah Swt.

"Namun kunci dari pemberiaan kesepuluh safaat diatas tetaplah Biiznillah (izin dari Allah-red)," pungkas Ust. Miftahul Gani. (Humas/rel)